

Piala Dunia 2026 tidak hanya ramai dibicarakan di layar televisi dan media sosial. Bagi kedai kopi sederhana, angkringan, warung makan, hingga kafe rumahan, turnamen sepak bola terbesar dunia ini bisa menjadi alasan baru bagi pelanggan untuk datang, duduk lebih lama, lalu menambah pesanan.
Namun, rencana menggelar nonton bareng atau nobar tidak selalu berarti harus mengeluarkan modal besar. Kedai kecil yang sudah memiliki meja, kursi, dapur, dan ruang untuk 10 hingga 20 pelanggan sebenarnya dapat memulai dengan perangkat sederhana.
Yang perlu dipahami, biaya terbesar bukan hanya layar. Pemilik usaha juga harus memikirkan kualitas audio, ketersediaan stok makanan, kesiapan listrik, serta cara mempromosikan acara tanpa membuat pengeluaran justru membengkak.
Piala Dunia 2026 sendiri berlangsung hingga 19 Juli. Dengan jumlah pertandingan yang jauh lebih banyak dibanding edisi sebelumnya, peluang kedai untuk mengadakan nobar tidak hanya terbuka saat laga pembuka atau final. Pertandingan tim besar dan fase gugur bisa dipilih sebagai momen utama untuk menarik pengunjung.
Kabar baik bagi pelaku usaha kecil, kegiatan nobar Piala Dunia 2026 dapat digelar tanpa biaya lisensi bagi UMKM selama mematuhi ketentuan dari pemegang hak siar resmi.
Meski demikian, pemilik kedai tetap tidak boleh sembarangan menggunakan tautan streaming tidak resmi. Siaran harus berasal dari sumber yang sah, mengikuti panduan terbaru pemegang hak siar, serta tidak membuat promosi yang seolah-olah mengklaim kedai sebagai mitra atau acara resmi FIFA.
Hal ini penting karena modal nobar bisa berubah mahal ketika usaha sudah terlanjur mempromosikan acara, tetapi sumber siaran atau perangkat yang digunakan ternyata bermasalah.
Untuk kedai dengan kapasitas sekitar 10 hingga 20 kursi, layar 43 inci masih cukup layak digunakan selama posisi meja tidak terlalu jauh dari televisi. Kedai juga tidak harus langsung membeli proyektor atau layar raksasa.
Berikut gambaran modal awal yang bisa dipersiapkan.
| Kebutuhan | Perkiraan Biaya |
|---|---|
| Smart TV atau TV digital 43 inci | Rp3,1 juta–Rp4,5 juta |
| Antena, kabel, bracket, stop kontak tambahan, dan instalasi | Rp350 ribu–Rp700 ribu |
| Speaker aktif kecil atau perangkat audio tambahan | Rp400 ribu–Rp900 ribu |
| Banner, dekorasi sederhana, dan materi promosi | Rp250 ribu–Rp600 ribu |
| Tambahan stok makanan dan minuman untuk beberapa laga awal | Rp1 juta–Rp2 juta |
| Dana cadangan untuk kebutuhan mendadak | Rp500 ribu–Rp800 ribu |
| Total modal awal | Rp5,6 juta–Rp9,5 juta |
Angka tersebut merupakan simulasi untuk kedai yang sudah memiliki tempat usaha, meja, kursi, perlengkapan dapur, dan tenaga kerja harian. Biaya sewa lokasi, renovasi, gaji tambahan pegawai, hingga pembelian kursi baru belum termasuk di dalamnya.
Bila kedai sudah memiliki televisi digital yang masih layak pakai, kebutuhan modal bisa jauh lebih ringan. Pemilik usaha hanya perlu menambah audio, penataan kabel, promosi, serta stok makanan. Dalam kondisi ini, tambahan modal dapat ditekan menjadi sekitar Rp2,5 juta hingga Rp5 juta.
Kesalahan yang cukup sering dilakukan adalah menjadikan televisi besar sebagai satu-satunya prioritas. Padahal, nobar di kedai kecil tidak selalu membutuhkan layar 65 inci atau proyektor dengan harga tinggi.
Pada ruang sempit, TV 43 inci yang dipasang cukup tinggi, menghadap ke area duduk utama, serta didukung suara yang jelas sering kali sudah cukup menciptakan pengalaman menonton yang nyaman.
Sebaliknya, layar besar tidak akan banyak membantu bila suara komentator tenggelam oleh bunyi kendaraan, kipas angin, atau obrolan pelanggan. Karena itu, speaker aktif sederhana lebih penting dibanding memaksakan membeli layar mahal.
Pemilik kedai juga perlu memeriksa kondisi listrik. Hindari menggunakan terlalu banyak sambungan kabel dalam satu titik, terutama bila kulkas, pemanas makanan, mesin kopi, dan speaker menyala bersamaan. Nobar bisa berubah menjadi masalah ketika listrik turun tepat sebelum pertandingan penting dimulai.
Kedai kecil tidak selalu perlu menjual tiket masuk untuk mendapatkan tambahan pemasukan dari nobar. Strategi yang lebih aman adalah membuat paket makanan dan minuman khusus pertandingan.
Contohnya, paket kopi susu dan kentang goreng, mi instan dengan teh hangat, atau nasi goreng porsi berbagi. Harga paket tidak perlu terlalu tinggi. Yang lebih penting, pelanggan merasa mendapat alasan untuk memesan lebih banyak daripada saat datang pada hari biasa.
Strategi ini juga membuat kedai tetap ramah untuk pelanggan reguler yang hanya ingin makan atau minum. Mereka tidak merasa tempat usaha berubah menjadi acara eksklusif yang mahal.
Paket nobar bisa diumumkan satu atau dua hari sebelum pertandingan besar. Hindari mencetak banner terlalu banyak untuk seluruh turnamen karena jadwal dan lawan di fase gugur dapat berubah cepat.
Tidak semua pertandingan harus dijadikan acara besar. Kedai kecil sebaiknya memilih laga dengan peluang penonton lebih tinggi, misalnya pertandingan tim besar, duel rival, laga penentu grup, atau fase gugur.
Pemilik usaha juga perlu memperhatikan jam tayang di Indonesia. Sebagian pertandingan Piala Dunia 2026 berlangsung pada waktu dini hari atau pagi hari karena perbedaan zona waktu dengan negara tuan rumah.
Kondisi ini bisa menjadi peluang bagi kedai yang dekat dengan kawasan kos, pekerja malam, komunitas sepak bola, atau pengemudi yang masih beraktivitas. Namun, jam tayang seperti itu juga membutuhkan persiapan stok dan tenaga kerja yang lebih disiplin.
Tidak perlu membuka kedai sepanjang malam untuk semua laga. Lebih baik pilih beberapa pertandingan yang kuat, lalu jadikan sebagai agenda rutin. Pelanggan biasanya lebih tertarik datang ketika tahu kedai memiliki jadwal nobar yang jelas.
Promosi nobar dapat dimulai dari hal paling sederhana, yakni status WhatsApp, unggahan Instagram, grup warga, dan komunitas pelanggan tetap.
Foto layar yang sudah terpasang, menu paket pertandingan, atau suasana kedai menjelang laga dapat menjadi materi promosi yang lebih menarik daripada poster generik. Pemilik kedai juga bisa meminta pelanggan untuk melakukan reservasi meja sederhana melalui WhatsApp agar jumlah stok makanan lebih mudah diperkirakan.
Yang perlu dihindari adalah memakai logo resmi FIFA, lambang turnamen, atau menyebut acara sebagai kegiatan resmi tanpa izin. Promosi cukup menekankan informasi pertandingan, jam mulai, fasilitas kedai, dan pilihan menu.
Bagi kedai kecil, Piala Dunia 2026 dapat dipakai sebagai uji coba sebelum rutin mengadakan nobar kompetisi lain. Bila respons pelanggan bagus, perangkat televisi dan audio yang dibeli tidak akan berhenti digunakan setelah turnamen selesai.
Layar tersebut masih bisa dipakai untuk menayangkan pertandingan liga, program musik, acara komunitas, hingga promosi menu digital. Karena itu, pembelian perangkat sebaiknya dianggap sebagai investasi operasional, bukan biaya sesaat untuk mengikuti euforia Piala Dunia.
Pada akhirnya, modal nobar tidak harus belasan juta rupiah. Kedai yang sudah memiliki tempat dan fasilitas dasar dapat memulai dari layar 43 inci, audio yang cukup jelas, stok menu tambahan, serta promosi yang tepat waktu.
Bukan layar terbesar yang membuat pelanggan betah, melainkan suasana ramai, makanan yang cepat keluar, dan pengalaman menonton yang nyaman saat gol tercipta.
Tidak ada produk
Kembali ke Toko