
Technologue.id bersama firma riset Reasense secara resmi mengumumkan hasil survei persepsi konsumen terhadap berbagai merek teknologi di Indonesia. Data dari survei kuantitatif ini menjadi dasar utama dalam menentukan para peraih penghargaan di ajang Technologue Awards 2026, yang digelar untuk mengapresiasi merek-merek yang berhasil membangun reputasi kuat di benak masyarakat.
Kolaborasi strategis ini tidak sekadar seremoni pemberian penghargaan. Lebih dari itu, keduanya bertujuan memetakan secara presisi merek (brand) mana saja yang berhasil menempati posisi top-of-mind konsumen. Data yang dikumpulkan merupakan suara nyata (real voice) konsumen yang aktif berinteraksi dengan ekosistem teknologi cerdas, mulai dari ponsel pintar, komputer jinjing, hingga perangkat rumah pintar (smart home).
Untuk memastikan validitas dan akurasi data, tim analis menerapkan metodologi pengumpulan sampel yang terukur. Pemeringkatan para pemenang didasarkan pada besaran pangsa suara (share of voice) konsumen untuk masing-masing kategori produk. Berikut adalah spesifikasi teknis dari riset yang dijalankan oleh Reasense:
Denny Mahardy, Founder dan Chief Editor Technologue.id, menegaskan pentingnya pendataan berbasis konsumen untuk menjaga objektivitas penilaian. “Kami mengapresiasi kolaborasi dengan Reasense untuk menentukan pemenang Technologue Awards 2026, yang didapatkan melalui metodologi survei secara akurat untuk merekam aspirasi dari konsumen Indonesia sebagai pendamping dari pertimbangan redaksi,” jelas Denny.
Hasil pengolahan data mengungkap sejumlah wawasan bisnis yang menarik terkait dinamika pasar teknologi di Indonesia. Beberapa temuan utama tersebut meliputi:
Fakta bahwa satu merek mampu mendominasi 19 kategori menunjukkan betapa kuatnya strategi ekosistem yang dibangun. Konsumen cenderung loyal pada satu ekosistem karena kemudahan integrasi antarperangkat. Sementara itu, celah di sektor fintech menandakan bahwa persaingan masih sangat dinamis dan belum ada pemain yang benar-benar menguasai pangsa pasar secara mutlak.
Bagi korporasi, memilah informasi penting di tengah derasnya arus data media sosial kerap menjadi tantangan tersendiri. Di sinilah peran analitik kuantitatif dibutuhkan untuk menjernihkan noise (gangguan informasi) menjadi wawasan taktis. Head of Communications Reasense, Didit Putra Erlangga, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk nyata komitmen perusahaan.
“Hal ini selaras dengan visi dari Reasense untuk membantu memahami apa yang sedang terjadi di pasar dengan mengubah data, percakapan, dan sinyal industri menjadi insight yang berharga untuk pengambilan langkah strategis bisnis.”
— Didit Putra Erlangga, Head of Communications Reasense
Firma ini terus memosisikan diri sebagai mitra strategis bagi agensi pemasaran, perusahaan media, hingga sektor publik yang membutuhkan pijakan kontekstual berdasar metodologi ilmiah sebelum mengeksekusi manuver bisnis mereka. Dengan pendekatan berbasis data, Reasense membantu klien tidak hanya melihat apa yang terjadi, tetapi juga memahami mengapa hal itu terjadi dan apa langkah selanjutnya yang paling tepat.
Survei semacam ini menjadi penting di era di mana keputusan bisnis harus didasarkan pada bukti nyata dari pasar, bukan sekadar intuisi. Data dari hampir 300 responden yang tersebar di berbagai kategori produk memberikan gambaran representatif tentang preferensi konsumen Indonesia saat ini.
Technologue Awards 2026 adalah ajang penghargaan tahunan yang diselenggarakan oleh Technologue.id untuk mengapresiasi merek-merek teknologi terbaik di Indonesia berdasarkan persepsi konsumen. Penghargaan tahun ini didasarkan pada hasil survei yang dilakukan bersama Reasense.
Survei menggunakan desain cross-sectional single-wave online survey dengan metode distribusi kuesioner mandiri secara daring. Data dikumpulkan selama tiga pekan dari hampir 300 responden aktif di Indonesia, mencakup 98 kategori produk teknologi.
Survei mengungkap adanya satu merek yang berhasil mendominasi 19 kategori secara telak, meliputi smartphone, IoT, smart home, TV, home appliance, hingga customer experience. Namun, nama merek tersebut tidak disebutkan secara eksplisit dalam rilis resmi.
Disclosure: Artikel ini disusun dari rilis dengan bantuan AI dan dalam pengawasan editor.
Sumber: Hybridcoid
Tidak ada produk
Kembali ke Toko