

Apple resmi memperkenalkan Mac Studio generasi terbaru dengan prosesor M5 Max dan M5 Ultra, sebuah lompatan besar bagi lini desktop profesional mereka. Perangkat ini dirancang khusus untuk menangani beban kerja AI dan komputasi ekstrem, hadir dengan desain ringkas namun menawarkan performa yang diklaim jauh melampaui pendahulunya.
Yang menarik dari generasi ini adalah integrasi Neural Accelerators langsung ke dalam arsitektur GPU serta dukungan memori terpadu berkapasitas masif. Kombinasi ini menjadikan Mac Studio sebagai pusat kendali AI on-device yang efisien, memungkinkan pengguna menjalankan model bahasa besar dan tugas komputasi berat tanpa harus bergantung pada layanan cloud.
Apple menyajikan dua varian yang berbeda cukup signifikan, baik dari segi jumlah inti prosesor hingga kapasitas memori. Berikut rincian spesifikasi utama kedua varian tersebut:
Varian M5 Max jelas ditujukan bagi para kreator, musisi, software engineer, hingga desainer 3D yang membutuhkan performa tinggi namun tetap menginginkan perangkat yang hemat tempat. Apple menyematkan sejumlah peningkatan yang membuat perangkat ini sangat relevan untuk alur kerja modern.

Dapur pacunya ditenagai oleh prosesor 18-core yang memadukan 6 super core dan 12 performance core. Arsitektur ini memungkinkan para pengembang software melakukan kompilasi kode dengan jauh lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya.
Sektor grafisnya mengalami peningkatan kecepatan hingga 50% dibandingkan generasi sebelumnya. Ini sangat ideal untuk mendongkrak tugas berat seperti pengembangan game dengan frame rate tinggi dan geometri scene yang kompleks.
Kapasitas memori terpadu yang besar ini memungkinkan Mac Studio M5 Max menjalankan alur kerja profesional yang kompleks dengan lebih lancar. Kemampuan ini juga membuat perangkat mampu menangani beban komputasi AI secara lokal dengan cepat dan efisien.
Kecepatan transfer data yang sangat tinggi ini menjamin kelancaran komputasi AI on-device. Pengguna dapat menjalankan Large Language Models (LLM) hingga rendering gambar dan video tanpa hambatan berarti.
Fitur ini menghadirkan pencahayaan, pantulan, dan bayangan yang lebih realistis. Teknologi ini juga membuat navigasi viewport berjalan mulus secara real-time, sehingga alur kerja desain dan VFX terasa lebih cepat dan efisien.
Mac Studio M5 Max mendukung dekode H.264, HEVC, ProRes, dan AV1 langsung lewat hardware. Pembuat film bisa melakukan color-grading pada video 8K tanpa kompresi secara mulus. Untuk AI, perangkat ini mampu memroses prompt LLM di aplikasi LM Studio hingga 10,7 kali lebih cepat dibanding Mac Studio M1 Max, dan 3,9 kali lebih kencang dari generasi M4 Max. Sementara itu, kinerja pembuatan gambar dari teks (text-to-image) meningkat hingga 7,4 kali lipat lebih cepat dibandingkan Mac Studio M1 Max.
Perangkat ini ditujukan bagi profesional yang membutuhkan performa komputasi tertinggi tanpa kompromi, seperti data scientist, peneliti AI, atau seniman VFX. M5 Ultra membawa arsitektur Neural Accelerators untuk pertama kalinya ke jajaran chip Ultra Apple.

Prosesor Mac Studio versi ini memiliki CPU hingga 36-core dengan 12 super core dan 24 performance core. Performanya tercatat 1,3 kali lebih tinggi dibandingkan dengan M3 Ultra. Sementara itu, GPU 80-core-nya adalah GPU Apple Silicon paling bertenaga saat ini, dengan komputasi AI puncak meningkat drastis hingga 4,3 kali lebih cepat dibanding M3 Ultra.
Kapasitas memori raksasa ini menjadi gebrakan di industri komputasi, memungkinkan pengguna dan peneliti menjalankan model AI kelas atas (LLM masif) sepenuhnya di dalam perangkat. Bandwidth memori 1,2TB/s memberikan kecepatan 50% lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya, memungkinkan sistem rendering gambar secara instan sekaligus mempercepat kerja agen coding AI secara signifikan.
Ini merupakan salah satu fitur paling revolusioner. Pengguna kelas enterprise dapat menggabungkan (cluster) beberapa mesin Mac Studio sekaligus. Gabungan empat Mac Studio mampu memberikan kinerja inferensi AI hingga 3 kali lipat lebih cepat dibanding satu sistem tunggal.
Dengan blok encode dan decode video dua kali lipat lebih banyak ketimbang M5 Max, Media Engine pada perangkat ini sanggup memutar hingga 33 tayangan video 8K ProRes 422 di 30 fps secara bersamaan. Kinerja pelatihan machine learning untuk fitur CopyCat di Foundry Nuke meningkat drastis, mencapai hingga 15,4 kali lebih cepat dibandingkan Mac Studio berbasis M1 Ultra. Untuk rendering 3D, performanya pada Maxon Redshift tercatat 4,7 kali lebih kencang dibanding Mac Studio M1 Ultra.

Seluruh jajaran Mac Studio terbaru ini juga dibekali penyimpanan (SSD) arsitektur baru yang kinerjanya diklaim dua kali lebih cepat untuk kelancaran transfer file raksasa. Dari sisi konektivitas, Apple membenamkan chipset N1 rancangan mereka sendiri untuk menghadirkan teknologi nirkabel Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6.
Perangkat tangguh ini akan berjalan di bawah sistem operasi terbaru, macOS 27 Golden Gate, yang membawa integrasi asisten cerdas Siri AI dan Apple Intelligence secara mendalam ke berbagai aplikasi.
Apple membanderol Mac Studio varian M5 Max mulai dari $2.499 (sekitar Rp44 juta) untuk konsumen umum, dan memberikan harga khusus yang lebih terjangkau untuk sektor pendidikan di angka $2.299 (sekitar Rp40 juta).
Sementara itu, varian tertingginya yakni M5 Ultra, dipatok dengan harga mulai dari $5.499 (sekitar Rp97 juta) bagi pengguna umum dan $5.099 (sekitar Rp90 juta) khusus untuk kalangan pendidikan. Belum ada informasi lebih lanjut terkait harganya di Indonesia.
Mac Studio M5 Max dan M5 Ultra benar-benar dirancang sebagai “monster” AI mungil dengan spesifikasi yang mengesankan: mulai dari CPU 36-core, GPU 80-core, memori raksasa 512GB, hingga bandwidth 1,2TB/s yang mendukung beban kerja AI dan grafis paling ekstrem.
Namun, celahnya terletak pada harga yang sangat tinggi, konsumsi daya besar, serta spesifikasi yang mungkin terasa berlebihan bagi pengguna umum sehingga lebih relevan untuk kalangan profesional tertentu saja.
M5 Max hadir dengan CPU 18-core dan GPU hingga 40-core dengan Neural Accelerators. Performa ini mendukung kompilasi kode, pengembangan game, dan alur kerja AI lebih cepat.
GPU 80-core dengan Neural Accelerators membuat komputasi AI 4,3 kali lebih cepat dari M3 Ultra. Fitur ini mendukung rendering grafis kompleks dan simulasi visual besar.
Apple menambahkan chipset N1 dengan dukungan Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6. Perangkat juga berjalan di macOS 27 Golden Gate dengan integrasi Siri AI dan Apple Intelligence.
Baca berita teknologi terbaru di YANGCANGGIH.COM
Sumber: yangCanggih
Tidak ada produk
Kembali ke TokoThis premium .com domain is currently available for acquisition. Secure Tokodigi.com for your digital business, e-commerce brand, or startup.
Don't Show Again View Purchase Options