

Signify, perusahaan teknologi pencahayaan global, resmi menyelenggarakan edisi perdana Signify Innovation Day – Light the Future di Jakarta sebagai bagian dari komitmennya mempercepat transformasi menuju kota cerdas yang layak huni. Acara strategis ini mempertemukan pemangku kepentingan dari sektor pemerintahan dan swasta untuk merumuskan langkah konkret dalam mengadopsi teknologi pencahayaan guna mewujudkan smart & liveable city serta bangunan yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Forum ini dihadirkan selaras dengan agenda besar nasional Indonesia, terutama dalam hal transisi energi. Inovasi yang dipamerkan mencakup transformasi lampu jalan dan sistem penerangan komersial berbasis Internet of Things (IoT) yang diharapkan mampu mengakselerasi pencapaian target emisi nol bersih atau Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Dengan kata lain, efisiensi energi di sektor pencahayaan tidak lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan operasional yang mendesak.
Director sekaligus Commercial Leader of Professional Business Signify Indonesia, Lucas Ardhana, menegaskan bahwa peran ekosistem pencahayaan telah berkembang jauh melampaui fungsi dasarnya sebagai alat penerangan. Menurutnya, teknologi pintar kini mampu memberikan dampak multidimensi terhadap kehidupan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
“Kami percaya bahwa pencahayaan memiliki peran jauh lebih besar dari sekadar penerangan. Teknologi pencahayaan pintar dan berkelanjutan dapat meningkatkan keamanan masyarakat, menunjang aktivitas ekonomi, hingga meningkatkan efisiensi energi. Inilah yang kami sebut sebagai ‘Light Beyond Illumination’,”
— Lucas Ardhana
Guna membedah kompleksitas transformasi urban yang melibatkan banyak aspek, Signify membagi diskusi ke dalam dua sesi panel utama. Sesi pertama menyoroti infrastruktur publik, sementara sesi kedua berfokus pada tata kelola gedung komersial dan properti. Penerapan prinsip sirkularitas menjadi perhatian khusus dalam diskusi, mengingat pendekatan ini efektif dalam memperpanjang siklus hidup aset dan mereduksi limbah elektronik (e-waste) yang kerap menjadi masalah di tengah pesatnya pergantian perangkat teknologi.
Dua pilar utama yang menjadi fondasi diskusi dalam ajang tersebut dapat dirangkum sebagai berikut:
Menyoroti pentingnya modernisasi gedung komersial, CEO Professional Business Signify Southeast Asia & Far East, Jitender Khurana, menjelaskan bahwa bangunan masa depan harus beroperasi layaknya organisme yang mampu merespons kebutuhan penggunanya secara cerdas. Ia menekankan bahwa integrasi pencahayaan dalam sistem bangunan dapat menjadi katalis penghematan energi yang signifikan.
“Pencahayaan memiliki peran penting dalam menghubungkan manusia, ruang, dan teknologi, sekaligus menghadirkan kendali yang lebih besar terhadap bagaimana sebuah bangunan beroperasi. Keahlian Signify membantu pelanggan mengurangi konsumsi energi dan menekan emisi karbon,”
— Jitender Khurana

Tidak sekadar forum diskusi, Signify Innovation Day juga menghadirkan arena demonstrasi interaktif yang memungkinkan pengunjung melihat langsung bagaimana perangkat keras lampu berpadu dengan perangkat lunak analitik. Kombinasi ini dirancang untuk menekan konsumsi daya secara presisi, sebuah kebutuhan yang semakin relevan di tengah meningkatnya biaya operasional gedung dan tuntutan efisiensi energi.
Solusi pencahayaan spesifik yang didemonstrasikan mencakup berbagai aplikasi profesional. Pengunjung dapat menyaksikan bagaimana setiap teknologi dirancang untuk menjawab tantangan yang berbeda-beda, mulai dari kebutuhan estetika arsitektur hingga tuntutan kinerja tinggi di lingkungan ekstrem.
Langkah Signify melalui gelaran ini semakin mengukuhkan kapabilitas perusahaan dalam menjawab tantangan urbanisasi modern yang semakin kompleks. Di era di mana efisiensi energi dan kecerdasan buatan harus berjalan beriringan dengan kelestarian lingkungan, inovasi pencahayaan menjadi elemen kunci yang tidak bisa diabaikan dalam perencanaan infrastruktur.
Tidak dapat dipungkiri bahwa adopsi teknologi pencahayaan pintar masih menghadapi banyak tantangan di lapangan, mulai dari kesiapan regulasi, skema pembiayaan, hingga kapasitas sumber daya manusia dalam mengoperasikan sistem berbasis data. Kehadiran KPBU sebagai skema pembiayaan yang dibahas dalam panel menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan badan usaha menjadi kunci untuk mempercepat realisasi proyek infrastruktur penerangan jalan yang efisien dan berkelanjutan.
Sementara itu, di sektor properti dan perhotelan, pemenuhan regulasi ESG menjadi pendorong utama adopsi pencahayaan pintar. Tekanan dari investor dan konsumen terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan membuat efisiensi energi bukan lagi pilihan melainkan keharusan. Sistem otomatisasi pencahayaan yang dipamerkan Signify memungkinkan pengelola gedung memantau dan mengendalikan konsumsi energi secara real-time, memberikan dampak langsung terhadap pengurangan biaya operasional dan jejak karbon.
Signify tercatat sebagai salah satu pemain kunci dalam industri pencahayaan global dengan sejarah panjang dari era Philips Lighting. Fokus perusahaan saat ini tidak hanya pada produk luminer, tetapi juga pada layanan pencahayaan terintegrasi yang mencakup perangkat lunak manajemen energi dan analitik data. Di kawasan Asia Tenggara, perusahaan menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar prioritas utama mengingat besarnya potensi urbanisasi dan pembangunan infrastruktur yang sedang berlangsung.
Dengan populasi perkotaan yang terus bertambah, kebutuhan akan infrastruktur cerdas — termasuk pencahayaan — akan semakin mendesak. Inovasi yang disajikan dalam ajang Innovation Day ini memberikan gambaran nyata bahwa teknologi praktis untuk membangun kota berkelanjutan sudah tersedia dan siap diadopsi. Tantangan berikutnya adalah memastikan kolaborasi lintas sektor dapat berjalan efektif sehingga transformasi yang diharapkan dapat direalisasikan bukan hanya di Jakarta, tetapi juga di kota-kota besar lainnya di Indonesia.
Signify Innovation Day merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan Signify untuk mempertemukan pemangku kepentingan dari sektor pemerintahan dan swasta dalam membahas serta mendemonstrasikan teknologi pencahayaan pintar untuk mewujudkan kota cerdas dan bangunan yang berkelanjutan.
Signify mendemonstrasikan empat kategori solusi utama, yaitu sistem fasad dan lanskap, penerangan jalan terkoneksi, pencahayaan untuk pusat data dengan emisi termal rendah, serta luminer khusus untuk fasilitas industri dan stadion yang tahan kondisi ekstrem dan bebas kedip.
Pencahayaan pintar berbasis IoT memungkinkan pengelolaan konsumsi energi secara presisi dan otomatis. Dengan mengoptimalkan penggunaan daya pada penerangan jalan dan gedung komersial, emisi karbon dapat ditekan secara signifikan, berkontribusi langsung terhadap pencapaian target Net Zero Emission Indonesia pada tahun 2060.
—
Disclosure: Artikel ini disusun dari rilis dengan bantuan AI dan dalam pengawasan editor.
The post Signify Innovation Day 2026: Mendorong Era Smart City dan Bangunan Hijau Lewat Teknologi Pencahayaan Cerdas appeared first on Hybrid.co.id.
Sumber: Hybridcoid
Tidak ada produk
Kembali ke TokoThis premium .com domain is currently available for acquisition. Secure Tokodigi.com for your digital business, e-commerce brand, or startup.
Don't Show Again View Purchase Options