

AMD resmi merilis versi umum perangkat lunak ROCm 10 pada hari ini, 2 September 2026. Peluncuran ini sekaligus memperkenalkan ROCm.AI, platform pengalaman pengembang berarsitektur AI-native yang dirancang untuk mempercepat pengembangan dan optimalisasi beban kerja kecerdasan buatan di atas ekosistem perangkat keras AMD.
ROCm 10 dan ROCm.AI hadir tepat saat infrastruktur perangkat lunak ROCm merayakan satu dekade pengembangannya. Dalam versi ini, AMD menyematkan alur kerja berbasis agen (agentic workflows) yang terintegrasi langsung dengan alat bantu pengodean yang sudah akrab digunakan pengembang sehari-hari, sehingga inovasi dapat berjalan seiring dengan cepatnya evolusi AI.
ROCm.AI tidak sekadar memperbarui baris kode lama. Platform ini membawa tiga pengalaman pilar yang mengubah cara pengembang membangun, menjalankan, dan mengoptimalkan aplikasi mereka. Ketiga komponen tersebut saling melengkapi untuk menghadirkan alur kerja yang lebih otomatis dan efisien.
Ketiga komponen ini menjadi fondasi yang memungkinkan pengembang bekerja lebih cepat tanpa perlu meninggalkan perangkat yang selama ini mereka gunakan. Dengan pendekatan ini, AMD berupaya menurunkan hambatan masuk bagi pengembang yang ingin memanfaatkan perangkat kerasnya untuk komputasi AI.
Penerapan optimasi berbasis AI ini berdampak langsung pada kinerja silikon. AMD mengonfirmasi bahwa sistem yang dikonfigurasi menggunakan ROCm.AI mencatatkan peningkatan kinerja inferensi hingga 3,3 kali lipat dan peningkatan pelatihan hingga 2,4 kali lipat dibandingkan generasi ROCm 7 pada spesifikasi perangkat keras yang identik.
Lonjakan performa ini terutama berasal dari ROCm Hyperloom. Agen otonom tersebut bekerja melalui serangkaian langkah sistematis: membuat profil beban kerja secara mendalam, mengidentifikasi titik hambat kinerja, mengeksplorasi opsi modifikasi kode yang paling optimal, mengimplementasikan perubahan yang ditargetkan, lalu melakukan benchmarking untuk memvalidasi kinerja dan ketepatan sistem.
Alur kerja ini pada praktiknya mengurangi beban manual pengembang dalam menemukan dan memperbaiki inefisiensi pada kode. Dengan otomatisasi tersebut, pengembang dapat memusatkan perhatian pada logika aplikasi daripada menghabiskan waktu untuk penyesuaian tingkat rendah.
Selain otomatisasi, AMD juga menyederhanakan proses instalasi. ROCm CLI saat ini berstatus Technology Preview dan didistribusikan dalam format prebuilt binary. Pengembang di Windows maupun Linux tidak perlu lagi melakukan instalasi ROCm yang rumit sebelum memulai. Tersedia pula ROCm Console yang berfungsi memantau metrik penting seperti pemakaian memori High Bandwidth Memory (HBM) dan efisiensi token per watt.
Generasi terbaru ini memperkuat fondasi software stack secara keseluruhan lewat kehadiran ROCm Core SDK yang lebih moduler. SDK ini membawa penyempurnaan fundamental yang mencakup pembaruan libraries, compilers, frameworks, dukungan model AI tingkat lanjut, serta kompatibilitas dengan lebih banyak platform perangkat keras AMD di masa depan.
AMD menempatkan ROCm sebagai tandingan langsung CUDA milik Nvidia di segmen komputasi AI. Dengan menyediakan alat yang lebih terbuka dan terintegrasi, perusahaan berharap dapat menarik lebih banyak pengembang untuk membangun di atas ekosistemnya — terutama mereka yang selama ini menganggap ekosistem AMD kurang matang dari sisi perangkat lunak.
Ketersediaan ROCm 10 mencakup pengguna Linux dan Windows. Pengembang yang bermigrasi dari ROCm 7 tetap dapat memanfaatkan pekerjaan mereka sebelumnya karena AMD mempertahankan kompatibilitas untuk sebagian besar kategori beban kerja, meskipun beberapa penyesuaian kecil tetap diperlukan pada aplikasi yang bergantung pada API lama.
Informasi lebih lanjut mengenai unduhan, dokumentasi teknis, dan catatan rilis dapat diakses melalui laman resmi pengembang AMD. Hybrid.co.id sebelumnya juga memberitakan berbagai pembaruan ekosistem perangkat keras dan perangkat lunak AMD untuk komputasi AI, termasuk dukungan terbaru untuk arsitektur GPU generasi berikutnya.
ROCm 10 resmi dirilis untuk umum pada 2 September 2026 dan dapat diunduh melalui kanal resmi AMD untuk sistem operasi Windows dan Linux.
ROCm.AI menawarkan peningkatan kinerja inferensi hingga 3,3 kali lipat dan pelatihan hingga 2,4 kali lipat dibandingkan ROCm 7 pada perangkat keras yang identik.
ROCm Hyperloom adalah sistem agen otonom dalam platform ROCm.AI yang melakukan profiling beban kerja, identifikasi bottleneck, dan implementasi optimasi kode secara otomatis, terintegrasi dengan alat seperti vLLM, SGLang, HIP, dan Triton.
Sumber: Hybridcoid
Tidak ada produk
Kembali ke TokoThis premium .com domain is currently available for acquisition. Secure Tokodigi.com for your digital business, e-commerce brand, or startup.
Don't Show Again View Purchase Options