

iQOO secara resmi mengonfirmasi akan meluncurkan smartphone baru bernama iQOO Z11S di China pada 18 Agustus 2026 mendatang. Perangkat ini langsung menarik perhatian karena menggabungkan layar beresolusi 2K dengan refresh rate 144Hz serta baterai berkapasitas 10.000mAh — kombinasi yang cukup jarang ditemui di pasar smartphone saat ini.
Seri Z dari iQOO memang dikenal menyasar segmen menengah dengan penekanan pada spesifikasi yang bikin pengguna “auto beli”. Kali ini, pabrikan asal China tersebut sepertinya ingin mendobrak batasan lebih jauh dengan membawa fitur premium ke kelas harganya. Mari bedah satu per satu apa yang sudah diketahui tentang iQOO Z11S berdasarkan sejumlah teaser resmi yang dirilis menjelang peluncuran.
Sektor tampilan menjadi salah satu andalan utama iQOO Z11S. Melalui teaser terbaru, iQOO memastikan bahwa smartphone ini akan menggunakan panel beresolusi 2K dengan refresh rate 144Hz. Kombinasi ini menjanjikan tampilan yang tajam sekaligus responsif, cocok untuk aktivitas mulai dari scrolling media sosial, menonton konten video, hingga bermain game kompetitif.
Yang menarik, iQOO tidak sekadar menyodorkan angka resolusi dan refresh rate tinggi begitu saja. Mereka juga membekali layar Z11S dengan teknologi 2160Hz high-frequency PWM dimming dan full-brightness DC dimming. Kedua fitur ini bekerja untuk mengurangi kedipan layar yang sering kali menjadi penyebab kelelahan mata, terutama bagi pengguna yang menghabiskan waktu berjam-jam menatap smartphone.
Bahkan, layar iQOO Z11S telah mengantongi sertifikasi SGS untuk aspek kenyamanan mata. Sertifikasi ini mencakup kemampuan mengurangi paparan cahaya biru berlebih dan efek flicker. Bagi pengguna yang rutin menggunakan smartphone di malam hari atau dalam waktu lama, fitur semacam ini tentu jadi nilai tambah yang signifikan.
Dari sisi kecerahan, iQOO mengklaim layar Z11S mampu mencapai 2.000 nits di seluruh area tampilan. Klaim ini cukup mengesankan mengingat banyak smartphone kelas atas pun masih berjuang untuk mencapai tingkat kecerahan seragam di seluruh panel. Dengan angka tersebut, visibilitas layar di bawah terik matahari langsung seharusnya tidak jadi masalah.
iQOO juga menambahkan optimasi touch response khusus untuk pengguna gamer. Optimasi ini diklaim mampu mengurangi motion blur sekaligus meningkatkan responsivitas sentuhan. Dalam sesi game kompetitif di mana setiap milidetik sangat berharga, fitur semacam ini bisa jadi pembeda antara kemenangan dan kekalahan.
Jika layar 2K 144Hz menjadi daya tarik visual, maka baterai 10.000mAh adalah senjata utama iQOO Z11S dari sisi ketahanan daya. Kapasitas ini disebut sebagai baterai terbesar yang pernah ditanamkan iQOO pada sebuah smartphone — angka yang bahkan terbilang agresif untuk standar industri saat ini.
Yang cukup menarik perhatian adalah penggunaan desain single-cell pada baterai tersebut. Desain ini dikembangkan bekerja sama dengan CATL, salah satu produsen baterai terbesar di dunia yang juga memasok sel baterai untuk banyak pabrikan otomotif elektrik. Penggunaan desain single-cell memungkinkan kapasitas besar tanpa mengorbankan bentuk bodi smartphone secara berlebihan.
Berdasarkan data pengujian yang diungkap iQOO, Z11S diklaim mampu bertahan sekitar 17 jam untuk navigasi GPS, 32 jam untuk panggilan suara via WeChat, 29 jam untuk pemutaran video pendek, dan sekitar 14,6 jam untuk bermain game mobile. Angka-angka ini tentu masih perlu diverifikasi oleh pihak ketiga, namun jika mendekati klaim, daya tahan Z11S akan sangat mengesankan.
Dalam simulasi penggunaan intensif selama 16 jam — yang mencakup aktivitas berkirim pesan, standby, mendengarkan musik, bermain game, menonton video, hingga melakukan panggilan — baterai Z11S disebut masih menyisakan 57 persen kapasitas. Jika klaim ini terbukti akurat, smartphone ini berpotensi menjadi raja ketahanan baterai di kelasnya.
Tentu saja, kapasitas besar bukan segalanya. Penggunaan layar 2K dengan refresh rate 144Hz dan kecerahan 2.000 nits tentu menyerap daya yang tidak sedikit. Apakah iQOO Z11S benar-benar mampu menyeimbangkan antara visual mewah dan efisiensi daya, itu baru bisa dinilai setelah perangkat ini benar-benar sampai di tangan pengguna.
Menariknya, meski membawa baterai berkapasitas jumbo, iQOO Z11S tetap menyertakan dukungan pengisian cepat 44W. Untuk baterai 10.000mAh, kecepatan 44W ini terhitung cukup standar, mengingat beberapa pesaing sudah menawarkan 80W bahkan 100W ke atas untuk kapasitas yang lebih kecil.
Namun, perlu dicatat bahwa detail lengkap mengenai teknologi charging dan protokol yang digunakan masih menunggu pengumuman resmi. Ada kemungkinan iQOO mengadopsi pendekatan berbeda untuk mengoptimalkan proses pengisian pada baterai berkapasitas besar ini. Soal kecepatan pengisian final, lebih baik menunggu konfirmasi langsung dari iQOO saat peluncuran nanti.
Untuk sektor performa, informasi yang beredar mengarah pada penggunaan chipset MediaTek Dimensity 7500-series. Chipset ini merupakan bagian dari lini Dimensity menengah yang dikenal menawarkan keseimbangan antara kinerja dan efisiensi daya — kombinasi yang pas untuk menemani baterai 10.000mAh.
Sebuah perangkat dengan nomor model V2603A juga muncul di database Geekbench dengan sistem operasi Android 16 dan RAM minimal 12GB. Meski hubungan perangkat tersebut dengan iQOO Z11S belum sepenuhnya dikonfirmasi, spesifikasi ini selaras dengan ekspektasi untuk smartphone di segmen menengah premium.
Sektor kamera juga mendapat sorotan meski informasinya masih terbatas. Materi promosi yang beredar menunjukkan konfigurasi kamera belakang ganda dengan kamera utama 50MP. Untuk detail lebih lengkap mengenai sensor, lensa, dan kemampuan fotografi lainnya, pengguna masih harus menunggu pengumuman resmi.
iQOO telah menjadwalkan peluncuran Z11S pada 18 Agustus 2026 di China. Smartphone ini akan diperkenalkan bersamaan dengan seri yang memiliki posisi lebih tinggi, yaitu iQOO Neo 11 Ultra. Dengan peluncuran bersama ini, iQOO sepertinya ingin memamerkan lini produk mereka secara komprehensif di satu kesempatan.
Namun untuk saat ini, belum ada informasi resmi mengenai harga iQOO Z11S maupun kemungkinan peluncuran global. Kehadirannya di pasar Indonesia juga masih menjadi tanda tanya besar. Pasar smartphone Tanah Air memang menjadi salah satu target potensial bagi brand China, tapi timing dan strategi distribusi selalu jadi faktor penentu.
Jika nanti harga yang ditawarkan cukup agresif, kombinasi antara layar 2K 144Hz, kecerahan 2.000 nits, baterai 10.000mAh, dan dukungan gaming bisa membuat iQOO Z11S menjadi pesaing serius yang sulit diabaikan. Semua kembali pada bagaimana iQOO memposisikan perangkat ini dari sisi harga dan ketersediaan.
iQOO telah menjadwalkan peluncuran Z11S pada 18 Agustus 2026 di China. Smartphone ini akan diperkenalkan bersamaan dengan iQOO Neo 11 Ultra.
iQOO Z11S mengusung layar beresolusi 2K dengan refresh rate 144Hz dan kecerahan 2.000 nits, baterai berkapasitas 10.000mAh dengan teknologi single-cell dari CATL, serta dukungan pengisian cepat 44W. Chipset yang digunakan diperkirakan MediaTek Dimensity 7500-series.
Sampai saat ini, belum ada informasi resmi mengenai peluncuran global atau kehadiran iQOO Z11S di Indonesia. Informasi lebih lanjut masih menunggu pengumuman dari pihak iQOO setelah peluncuran resminya di China.
Sumber: TabloidPulsa
Tidak ada produk
Kembali ke Toko